Direktorat BKDIPK Perkuat Layanan Inklusi lewat Pelatihan Orientasi dan Mobilitas
BANDUNG — Direktorat Bimbingan Konseling, Difusi Inklusi, dan Pengembangan Karir (BKDIPK) Universitas Pendidikan Indonesia melatih empat mahasiswa tunanetra agar dapat berjalan lebih mandiri di lingkungan kampus melalui Pelatihan Orientasi dan Mobilitas pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Divisi Difusi Inklusi Direktorat BKDIPK, dengan halaman Gymnasium sebagai titik kumpul


Orientasi dan mobilitas adalah keterampilan yang membantu penyandang tunanetra mengenali posisinya dan berpindah tempat dengan aman. Bagi mahasiswa, keterampilan ini penting agar mereka dapat menuju ruang kuliah, perpustakaan, dan fasilitas kampus lain tanpa selalu bergantung pada orang lain. Karena itu, pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan teknik dasar memakai tongkat putih, mengenalkan lingkungan kampus, dan melatih rute yang sering mereka lalui. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen universitas mewujudkan kampus inklusi, yaitu kampus yang ramah dan dapat diakses oleh seluruh warganya, termasuk penyandang disabilitas.
Kegiatan dimulai di halaman Gymnasium. Halaman yang luas ini dipilih agar peserta dapat berlatih teknik dasar dengan aman sebelum berpindah ke area kampus yang lebih ramai. Di sana, instruktur Rian Ahmad Gumelar, S.Pd.Gr. lebih dulu menilai kemampuan awal setiap peserta dalam memakai tongkat, mulai dari cara memegang, posisi, hingga pola ayunan. Hasil penilaian itu menjadi dasar latihan, dan instruktur langsung mengoreksi teknik masing-masing peserta.
Setelah menguasai dasar, peserta berlatih berjalan dari kafe asrama mahasiswa menuju gedung FIP lama dan gedung FIP baru. Instruktur dan dua volunteer mendampingi mereka selama perjalanan. Di area bundaran, peserta kemudian belajar membaca peta agar memahami letak gedung dan jalur di sekitarnya. Mereka juga mengulas teknik pendamping awas (sighted guide), yaitu cara berjalan bersama pendamping yang dapat melihat agar tetap aman dan nyaman.
Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Di akhir sesi, peserta dan penyelenggara menyepakati pelaksanaan kelas latihan berikutnya. Kesepakatan ini akan menjadi pedoman bagi layanan lanjutan.
Untuk tahap selanjutnya, layanan akan diberikan secara individual dan bertahap sesuai kebutuhan masing-masing mahasiswa. Mahasiswa mengajukan jadwal latihan berdasarkan kebutuhan perjalanan sehari-hari, sedangkan lama latihan mengikuti kesepakatan bersama. Mahasiswa juga dapat menyampaikan kebutuhan layanan akademik lain kepada Tim Difusi Inklusi, yang dapat dihubungi melalui pesan pribadi maupun grup.
Divisi Difusi Inklusi Direktorat BKDIPK menyampaikan terima kasih kepada instruktur, para volunteer, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.











.jpeg)



















.jpg)




.png)

.jpg)




.jpg)















.png)











.jpeg)









































































.jpg)

