Sosialisasi Studi Independen: LastMile Indonesia dan Sekolah Ekspor Tawarkan Kolaborasi Strategis
Bandung, 9 Februari 2026 — Mitra pembelajaran LastMile Indonesia (Smart Bridge) dan Sekolah Ekspor menyampaikan penawaran kerja sama kepada Direktorat Bimbingan Konseling Difusi Inklusi dan Perkembangan Karir (Dit. BKDIPK), khususnya melalui Divisi Pengembangan Karir, dalam rangka mendukung penguatan pembelajaran berbasis praktik serta peningkatan kesiapan karier mahasiswa.
Penawaran kerja sama tersebut disampaikan dalam kegiatan penjajakan yang dilaksanakan pada Senin (9/2), dengan fokus pada pemaparan desain program, model pembelajaran, serta potensi integrasi kegiatan dengan layanan pengembangan karier di perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, pihak Sekolah Ekspor memperkenalkan program yang berorientasi pada pencetakan Digital Exporter yang kompeten dan siap terjun ke dalam ekosistem ekspor nasional maupun internasional. Hingga saat ini, Sekolah Ekspor telah meluluskan lebih dari 4.600 peserta, didukung oleh tiga lokasi strategis dalam satu ekosistem multi-kampus, serta memiliki tujuh skema kompetensi ekspor yang telah terakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui LPK LSP Sekolah Ekspor.
Sekolah Ekspor juga memaparkan penerapan model Hybrid Learning yang mengombinasikan pembelajaran daring sinkron dan asinkron dengan durasi sekitar 90 menit per sesi pada hari kerja. Pembelajaran dirancang secara terintegrasi melalui pemaparan materi berbasis video, kegiatan praktikum dengan pendekatan experiential learning yang didampingi mentor, penugasan mingguan, serta kuliah ekspor yang menghadirkan praktisi nasional dan internasional.
Kegiatan praktikum dalam program Sekolah Ekspor terdiri atas dua proyek utama, yaitu penyusunan brosur dan laporan, serta produksi video dan laporan, yang seluruhnya diakhiri dengan penyusunan final report sebagai luaran pembelajaran. Program ini juga diperkuat dengan kegiatan pendukung berupa Kuliah Ekspor dan Kunjungan Ekosistem Ekspor (JJE) serta bootcamp pembelajaran intensif di Kampus Alam.

Selain Sekolah Ekspor, pihak LastMile Indonesia turut menyampaikan penawaran kerja sama melalui pemaparan program pengayaan pembelajaran yang berfokus pada integrasi antara kurikulum akademik dan kebutuhan dunia kerja. Program LastMile Indonesia diposisikan sebagai penguatan proses akademik melalui pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman nyata, tanpa menggantikan peran pendidikan tinggi.
Program LastMile Indonesia dirancang dengan durasi 12 minggu atau setara 480 jam dan mengacu pada prinsip Outcome-Based Education (OBE). Struktur pembelajaran disusun secara progresif dalam empat blok, meliputi fondasi konseptual, guided practice dengan pendampingan mentor, pengerjaan capstone project berbasis proyek nyata, serta tahap kesiapan karier dan refleksi profesional yang mencakup pengembangan portofolio dan simulasi wawancara kerja.
Menanggapi penawaran tersebut, Dit. BKDIPK Divisi Pengembangan Karir menyambut baik inisiatif kerja sama yang diajukan oleh kedua mitra dan menilai bahwa program yang ditawarkan memiliki potensi untuk memperkuat layanan pengembangan karier serta meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Penjajakan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme dan kebijakan institusi yang berlaku.











.jpeg)



















.jpg)




.png)

.jpg)




.jpg)















.png)











.jpeg)



























