Berita

Kemenaker Paparkan Penguatan Soft Skill Self efficacy untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Peserta
  • 2026-02-11 13:57:12

Selasa 11 Februaru 2026

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) menyelenggarakan kegiatan paparan dan diskusi bertajuk Program Soft Skill: Self efficacy dan Work Readiness secara daring melalui platform YouTube dan pertemuan online. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas soft skill peserta, khususnya dalam membangun keyakinan diri dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Paparan disampaikan oleh Retno Dwiyanti Setyaningsih dari IPMI International Business School. Dalam pemaparannya, Retno menjelaskan bahwa self efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas dan menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, self efficacy terbentuk dari empat komponen utama, yakni pengalaman keberhasilan (performance accomplishment), pembelajaran dari pengalaman orang lain (vicarious learning), dukungan atau dorongan verbal (verbal encouragement), serta kondisi emosional individu (emotional states).

Retno menegaskan bahwa individu dengan tingkat self efficacy yang tinggi cenderung memiliki pola pikir, perasaan, dan perilaku yang lebih positif. Mereka tidak hanya memprediksi masa depan, tetapi mampu merancang dan mengupayakannya secara aktif melalui tindakan nyata.

Dalam sesi refleksi, narasumber juga memaparkan perbedaan karakteristik individu dengan self efficacy tinggi dan rendah. Individu dengan self efficacy tinggi dinilai lebih mampu menangani masalah secara efektif, memiliki keyakinan kuat terhadap kemampuan diri, memandang masalah sebagai tantangan, serta menunjukkan kegigihan dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Sebaliknya, individu dengan self efficacy rendah cenderung ragu, menghindari tantangan, dan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga mengulas keterkaitan antara self efficacy dan kesiapan kerja (work readiness). Kesiapan kerja dipahami sebagai atribut personal yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan serta beradaptasi di lingkungan kerja. Aspek tersebut meliputi kemampuan kognitif, pemecahan masalah, berpikir kritis, kesiapan psikologis seperti motivasi dan kecerdasan emosional, serta penguasaan employability skills.

Paparan tersebut menegaskan bahwa self efficacy memiliki korelasi positif terhadap kesiapan kerja dan daya saing individu di dunia kerja. Peserta dengan tingkat self efficacy yang baik dinilai lebih siap untuk memasuki dan bertahan di lingkungan kerja yang dinamis.

Melalui kegiatan ini, Kemenaker RI menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan soft skill peserta secara berkelanjutan. Pengembangan self efficacy dipandang sebagai faktor kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, tangguh, dan kompetitif menghadapi tantangan dunia kerja ke depan.