Berita

tingkat serapan lulusan mahasiswa di dunia kerja
  • 2026-08-11 09:26:22

Tracer Study UPI 2022–2024: Serapan Kerja Lulusan Meningkat, Daya Saing Global Masih Perlu Diperkuat

Bandung — Hasil tracer study Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) periode 2022–2024 menunjukkan perkembangan positif dalam penelusuran status lulusan sekaligus capaian serapan lulusan di dunia kerja. Data tersebut memberikan gambaran mengenai keberhasilan program studi dalam mempersiapkan lulusan untuk memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, berwirausaha, maupun berkompetisi di pasar kerja internasional.

Jumlah lulusan yang berhasil terlacak melalui tracer study menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022 tercatat sebanyak 6.119 responden, kemudian meningkat menjadi 7.272 responden pada 2023 dan mencapai 7.976 responden pada 2024. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin efektifnya sistem penelusuran alumni UPI. Cakupan responden yang semakin luas juga memperkuat kualitas data sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan dasar pengambilan kebijakan institusi.

Serapan Kerja Meningkat pada 2024

Salah satu capaian utama terlihat pada kategori lulusan yang telah bekerja. Pada 2022, sebanyak 3.795 lulusan atau 62,02 persen tercatat telah bekerja. Jumlah tersebut meningkat menjadi 4.698 lulusan pada 2023, meskipun secara persentase berada pada angka 58,80 persen. Pada 2024, jumlah lulusan yang bekerja kembali mengalami peningkatan menjadi 5.608 orang atau 69,15 persen.

Capaian 2024 menjadi persentase tertinggi selama periode pengamatan. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya keterhubungan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Kondisi ini juga dapat menjadi indikasi positif atas relevansi kurikulum, penguatan jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta peningkatan kesiapan kerja lulusan.

Selain kompetensi akademik, kesiapan memasuki dunia kerja juga dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi, adaptasi, pemecahan masalah, kerja sama, dan keterampilan profesional lainnya. Karena itu, tren peningkatan serapan kerja menjadi salah satu indikator penting dalam mengevaluasi kesesuaian proses pembelajaran dengan dinamika kebutuhan pasar kerja.

Peluang Karier Internasional Masih Terbatas

Di tengah peningkatan serapan kerja secara keseluruhan, keterserapan lulusan pada pasar kerja internasional masih menjadi tantangan. Data tracer study mencatat 22 lulusan atau 0,36 persen bekerja di luar negeri pada 2022. Angka tersebut menjadi 21 lulusan atau 0,26 persen pada 2023 dan meningkat menjadi 33 lulusan atau 0,41 persen pada 2024.

Meskipun jumlah lulusan yang bekerja di luar negeri meningkat pada 2024, proporsinya masih berada di bawah satu persen dari keseluruhan lulusan yang terlacak. Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang dan orientasi karier internasional masih perlu diperluas.

Penguatan kemampuan bahasa asing, sertifikasi kompetensi yang diakui secara internasional, pengembangan jejaring dengan perusahaan dan institusi luar negeri, serta penyediaan informasi mengenai peluang kerja global dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.

Wirausaha Tumbuh, Studi Lanjut Perlu Mendapat Perhatian

Selain bekerja, kategori wirausaha juga menunjukkan perkembangan yang positif. Tren pertumbuhan tersebut mencerminkan adanya potensi dan kesiapan sebagian lulusan untuk menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Capaian ini sekaligus menjadi indikator penting bagi keberlanjutan program pengembangan kewirausahaan di lingkungan program studi.

Di sisi lain, minat lulusan untuk melanjutkan pendidikan perlu menjadi perhatian. Setelah menunjukkan perkembangan pada periode sebelumnya, kategori studi lanjut mengalami penurunan pada 2024. Kondisi tersebut perlu dicermati lebih lanjut untuk mengetahui faktor yang memengaruhi keputusan lulusan dalam memilih jalur pendidikan lanjutan dibandingkan memasuki dunia kerja atau membangun usaha.

Perguruan tinggi dan program studi dapat memperkuat sosialisasi mengenai berbagai peluang studi lanjut, beasiswa, serta jalur pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi lulusan. Langkah tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara orientasi karier dan pengembangan kapasitas akademik.

Strategi Penguatan Mutu dan Daya Saing Lulusan

Secara keseluruhan, hasil tracer study 2022–2024 menunjukkan capaian yang positif, khususnya pada aspek serapan lulusan di dunia kerja. Persentase lulusan yang bekerja mencapai 69,15 persen pada 2024, menjadi capaian tertinggi selama periode pengamatan. Pertumbuhan pada kategori wirausaha juga menunjukkan potensi positif dalam pengembangan kemandirian lulusan.

Namun, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, terutama peningkatan akses lulusan terhadap pasar kerja internasional dan penguatan kembali orientasi studi lanjut.

Untuk mempertahankan tren positif tersebut, sejumlah strategi dapat dilakukan, antara lain mempertahankan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, memperkuat pembelajaran bahasa asing dan sertifikasi kompetensi internasional, serta meningkatkan layanan informasi karier dan studi lanjut.

Pada saat yang sama, program inkubasi dan pendampingan kewirausahaan perlu terus dikembangkan agar lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja.

Dengan penguatan strategi secara berkelanjutan dan berbasis data tracer study, UPI diharapkan mampu meningkatkan kualitas, relevansi, dan daya saing lulusan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Data penelusuran alumni juga dapat terus dimanfaatkan sebagai instrumen evaluasi untuk memastikan proses pendidikan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan global.