Bekali Calon Guru Hadapi Kelas Beragam, UPI dan INOVASi Perkuat Integrasi Modul Pembelajaran Inklusi
BANDUNG, cdc.upi.edu – Setiap anak berhak mendapatkan pembelajaran yang layak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Prinsip ini kembali dibahas dalam rapat Tindak Lanjut Integrasi Modul Pembelajaran Inklusi (PI) antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Program INOVASi (Inovasi untuk Hasil Pendidikan Anak-anak Indonesia). Rapat digelar secara daring pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Pertemuan yang berlangsung melalui Zoom sejak pukul 13.00 WIB itu dihadiri delapan peserta dari tim UPI dan pihak terkait Program INOVASi. Forum ini bertujuan meninjau sejauh mana Modul PI telah diterapkan dalam perkuliahan, mengidentifikasi kendala, serta menyepakati langkah selanjutnya.
Modul PI disusun bersama oleh UPI dan INOVASi sebagai bekal bagi calon guru. Setelah melewati tahap penyusunan dan sosialisasi, modul tersebut kini memasuki fase penerapan di sejumlah mata kuliah dan program di UPI. Rapat tindak lanjut dinilai penting agar proses integrasi tidak berjalan parsial, tetapi terarah dan berkelanjutan.
Dalam sesi pemaparan, tim menyampaikan perkembangan integrasi modul beserta capaiannya. Diskusi kemudian beralih ke berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti terbatasnya alokasi waktu perkuliahan, kesiapan bahan ajar, dan kebutuhan pendampingan bagi dosen pengampu.
Peserta juga menyampaikan sejumlah masukan, antara lain penyempurnaan isi modul, pengembangan strategi pembelajaran, dan penguatan instrumen evaluasi. Seluruh masukan itu kemudian dirumuskan menjadi kesepakatan bersama, lengkap dengan pembagian peran dan jadwal kegiatan berikutnya.
Kebutuhan akan guru yang mampu mengelola kelas inklusif terus meningkat seiring dorongan agar sekolah di Indonesia membuka akses yang setara bagi semua peserta didik. Dalam konteks itu, kompetensi pendidikan inklusif menjadi bekal penting bagi lulusan UPI saat memasuki dunia kerja. Kompetensi ini juga menjadi kontribusi nyata kampus dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang tidak meninggalkan satu anak pun.
Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa perubahan di dunia pendidikan dapat dipercepat melalui kemitraan yang erat antara perguruan tinggi dan mitra pembangunan. UPI dan INOVASi berharap Modul PI dapat diterapkan di lebih banyak mata kuliah, sehingga semakin banyak calon guru yang siap menghadirkan ruang belajar ramah bagi semua anak.











.jpeg)



















.jpg)




.png)

.jpg)




.jpg)















.png)











.jpeg)









































































.jpg)
