Berita

Diskominfo Jabar Dorong Peningkatan Security Awareness di Bulan Ramadhan
  • 2026-02-25 17:35:00

Bandung — Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat menggelar Webinar Sandikimania #69 – NASI RAMES Chapter 3 bertajuk “Keamanan Informasi – Ramadhan dengan Security Awareness: Bijak Bermedia Sosial, Menguatkan Ketahanan Siber” pada Rabu, 25 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 WIB hingga selesai ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Diskominfo Jabar.

Webinar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas isu keamanan informasi di tengah meningkatnya aktivitas digital masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan. Momentum Ramadhan dinilai sebagai periode dengan intensitas penggunaan media sosial dan transaksi digital yang cenderung meningkat, sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi ancaman siber.

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Barat menekankan pentingnya peningkatan kesadaran keamanan informasi sebagai bagian tak terpisahkan dari transformasi digital. Ia menyampaikan bahwa percepatan digitalisasi di berbagai sektor harus diiringi dengan penguatan sistem dan budaya keamanan siber di kalangan masyarakat.

Transformasi Digital dan Tantangan Keamanan Siber

Pada sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa transformasi digital di Indonesia terus mengalami percepatan melalui berbagai inisiatif nasional, seperti implementasi Satu Data Indonesia dan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Transformasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik, mendorong efisiensi birokrasi, serta memperkuat daya saing bangsa di tingkat global.

Namun, di balik peluang tersebut, terdapat tantangan serius berupa meningkatnya risiko serangan siber. Digitalisasi yang masif tanpa disertai penguatan keamanan berpotensi membuka celah kebocoran data, penyalahgunaan informasi, hingga gangguan layanan publik. Oleh karena itu, aspek keamanan siber menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan dan implementasi transformasi digital.

IMDI 2025: Literasi dan Keamanan Digital Perlu Diperkuat

Dalam kesempatan yang sama, dipaparkan hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Tahun 2025 dengan skor nasional sebesar 44,53. Angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat kematangan masyarakat digital Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama pada pilar literasi dan keterampilan digital.

Beberapa temuan penting yang disoroti antara lain belum meratanya praktik keamanan perangkat digital di kalangan masyarakat. Penggunaan kata sandi yang kuat, penerapan autentikasi dua faktor (2FA), serta kebiasaan melakukan pencadangan data masih belum menjadi standar perilaku digital sehari-hari.

Selain itu, kesadaran keamanan personal di ruang digital juga dinilai masih memerlukan penguatan secara berkelanjutan. Edukasi dan kampanye security awareness dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun budaya aman berinternet, baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat umum.

 

Waspada Modus Penipuan Ramadhan

Pada sesi utama, narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan siber selama bulan Ramadhan. Menurutnya, periode ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan.

Beberapa bentuk ancaman yang perlu diwaspadai antara lain penipuan daring berkedok promo Ramadhan, diskon belanja, hingga donasi palsu yang memanfaatkan sentimen keagamaan. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur oleh tawaran yang mencurigakan serta selalu memverifikasi sumber informasi sebelum melakukan transaksi atau memberikan data pribadi.

Selain itu, peserta juga diingatkan agar tidak sembarangan membagikan informasi pribadi di media sosial. Data seperti nomor telepon, alamat, lokasi terkini, maupun dokumen identitas dapat disalahgunakan jika jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Narasumber juga menekankan pentingnya menghindari penyebaran hoaks dengan memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kembali. Aktivasi fitur keamanan tambahan pada akun digital, seperti autentikasi dua faktor dan notifikasi aktivitas login, menjadi langkah preventif yang dianjurkan.

Tanggung Jawab Bersama

Webinar ini menegaskan bahwa keamanan siber bukan semata tanggung jawab institusi atau pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif setiap individu sebagai pengguna teknologi. Ketahanan siber nasional dibangun dari perilaku aman setiap pengguna di ruang digital.

Melalui kegiatan ini, Diskominfo Provinsi Jawa Barat berharap masyarakat semakin bijak dalam bermedia sosial, khususnya selama bulan Ramadhan, serta mampu memperkuat ketahanan siber secara mandiri. Edukasi yang berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang aman, produktif, dan berintegritas.