Berita

ICCN DAN CDAC UMSU GELAR WEBINAR KARIER: FRESH GRADUATE DIMINTA SIAP HADAPI ERA VUCA DAN KUASAI AI LITERACY
  • 2026-03-13 15:37:09

Medan, 13 Maret 2026

Indonesia Career Center Network (ICCN) bersama Career Development and Alumni Center Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (CDAC UMSU) menyelenggarakan webinar bertajuk From Campus to Career: Navigating the First Job in the Digital Economy pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang membedah tantangan dan peluang karier di tengah ekonomi digital yang terus bergerak cepat.

Webinar ini ditujukan bagi para mahasiswa dan lulusan baru yang tengah mempersiapkan diri memasuki pasar kerja. Dua perspektif dihadirkan secara beriringan: sudut pandang praktisi industri dari Telkom Indonesia serta sudut pandang akademis dari pimpinan pusat karier UMSU.

Dunia Kerja di Era VUCA: Beradaptasi atau Tertinggal

Sesi pertama dibawakan oleh Sendylenvy Regia, praktisi dari Telkom Indonesia. Ia membuka diskusi dengan menegaskan bahwa generasi muda kini hidup di era VUCA, sebuah kondisi yang ditandai oleh volatility (gejolak), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kerumitan), dan ambiguity (keambiguan). Dalam kondisi seperti ini, dunia kerja tidak lagi bersifat statis, melainkan terus bergerak dan sulit diprediksi.

Sendylenvy memaparkan bahwa sejak 2015, setidaknya lima sektor industri mengalami disrupsi paling kencang, yakni media dan hiburan, ritel, telekomunikasi, teknologi, serta layanan keuangan. Semakin dekat sebuah industri dengan pusat pusaran digital, semakin dinamis dan penuh turbulensi pula lingkungan kerjanya.

"Pesannya jelas: kita harus siap beradaptasi atau tertinggal," tegasnya di hadapan peserta webinar.

AI Bukan Pengganti, Melainkan Mitra Kerja

Merespons kekhawatiran yang kerap muncul di kalangan pencari kerja muda soal ancaman otomatisasi, Sendylenvy menjelaskan konsep Human in the Loop. Konsep ini menegaskan bahwa meskipun kecerdasan buatan (AI) dan sistem otomatis telah banyak membantu proses kerja, seperti penyaringan awal lamaran melalui sistem Applicant Tracking System (ATS), keputusan-keputusan penting tetap berada di tangan manusia.

Menurutnya, manusia tetap dibutuhkan untuk menilai konteks, menggali potensi, menjaga etika, dan memverifikasi kecakapan interpersonal yang tidak dapat diukur oleh mesin. Oleh karena itu, para calon pekerja tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis semata. Mereka juga perlu memiliki AI literacy, yakni kemampuan untuk berkolaborasi secara efektif dengan berbagai perangkat AI guna meningkatkan performa dan produktivitas kerja.

Peta Peluang Karier di Ekonomi Digital

Sesi kedua disampaikan oleh Sukma Lesmana, M.Si., Ph.D., Ketua CDAC UMSU, yang membedah lanskap besar ekonomi digital sebagai arena baru bagi para lulusan perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa tren utama saat ini adalah pergeseran dari sekadar penyediaan layanan menuju penciptaan pengalaman, serta terbentuknya ekosistem industri yang saling terkoneksi secara digital.

Sukma menyoroti sejumlah teknologi yang kini mendominasi pasar kerja global, antara lain 5G, komputasi awan (cloud), Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, big data, hingga robotika. Perkembangan teknologi-teknologi tersebut pada gilirannya melahirkan model-model bisnis baru yang membuka peluang karier segar di bidang financial technology (FinTech), e-commerce, cloud kitchen, ride-hailing, dan sektor-sektor digital lainnya.

Di penghujung sesinya, Sukma menutup pemaparan dengan mengajak peserta untuk merenung: di tengah begitu banyaknya pilihan yang ditawarkan ekonomi digital, bidang karier mana yang hendak mereka tekuni secara serius? Pertanyaan reflektif ini dimaksudkan untuk mendorong para peserta agar segera menetapkan fokus dan arah pengembangan diri sejak dini.

Webinar From Campus to Career ini menjadi salah satu ikhtiar nyata ICCN dan CDAC UMSU dalam membantu mahasiswa dan lulusan baru menavigasi transisi dari dunia kampus ke dunia kerja yang semakin kompleks. Dengan membekali peserta pemahaman tentang dinamika VUCA, pentingnya AI literacy, dan peta peluang karier digital, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan angkatan kerja muda Indonesia menghadapi tantangan ekonomi masa kini dan masa depan.