Direktorat BKDIPK UPI Gelar Training of Trainer Teman Ceria untuk Mahasiswa Universitas Siliwangi
TASIKMALAYA — Direktorat Bimbingan Konseling, Difusi Inklusi, dan Pengembangan Karir (BKDIPK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) bagi calon anggota Forum Teman Sebaya Universitas Siliwangi (UNSIL) yang diberi nama Teman Ceria, pada 11 dan 12 April 2026, bertempat di Gedung Auditorium Nu’man Sumantri FKIP Universitas Siliwangi, Tasikmalaya. Sebanyak 60 peserta dari berbagai program studi dan fakultas hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Siliwangi, Prof. Dr. Ir. Nundang Busaeri, M.T., IPU., ASEAN Eng. Sebelum pembukaan, sambutan disampaikan terlebih dahulu oleh Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMP) Universitas Siliwangi, Prof. Dr. Siti Fadjaradjani, Dra., M.T., dilanjutkan oleh Direktur BKDIPK UPI, Dr. Yusi Riksa Yustiana, M.Pd. Keduanya menyambut positif terselenggaranya kerja sama antar perguruan tinggi ini sebagai upaya bersama memperkuat ekosistem kesejahteraan mental mahasiswa.
Teman Ceria merupakan akronim dari Cerita, Empati, Respon, Inspiratif, dan Aksi — sebuah komunitas peer support yang dirancang sebagai jembatan dukungan emosional antarmahasiswa di lingkungan kampus. Training of Trainer ini terselenggara melalui kerja sama antara BKDIPK UPI dan Pusat Pendidikan Karakter, Bimbingan, Konseling, dan Layanan Psikologi LPMP Universitas Siliwangi.

Selama dua hari, peserta mengikuti tujuh sesi materi yang disampaikan oleh tujuh narasumber dari UPI. Hari pertama dibuka dengan sesi Prof. Dr. Ilfiandra, M.Pd. tentang fase perkembangan emerging adulthood dan strategi pendampingan teman sebaya, dilanjutkan pemaparan konsep Teman Ceria oleh Dr. Yusi Riksa Yustiana, M.Pd., serta teknik bimbingan kelompok oleh Prof. Dr. Nandang Rusmana, M.Pd., dan keterampilan empati dan mendengar aktif oleh Prof. Dr. Anne Hafina Adiwinata, M.Pd.
Pada hari kedua, Dr. Een Ratnengsih, M.Pd. membahas strategi pendampingan inklusif bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, Dr. Joni Rahmat Pramudya, S.Pd., M.Si. menguraikan pengembangan Teman Ceria sebagai komunitas belajar yang berkelanjutan, dan sesi penutup oleh Popy Mayasari Afendy, M.Pd. membekali peserta dengan keterampilan Psychological First Aid (PFA) — termasuk prosedur penanganan teman yang mengalami krisis psikologis dan mekanisme rujukan ke tenaga profesional.
Sesi diskusi di setiap materi menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, mulai dari pertanyaan tentang cara membedakan kelelahan akademik dengan tekanan psikologis yang memerlukan penanganan, pengelolaan kerahasiaan informasi dalam layanan sebaya, hingga dilema etis saat teman menolak dirujuk ke konselor. Para narasumber menegaskan bahwa peran Teman Ceria bukan sebagai pemberi solusi, melainkan sebagai pendengar aktif yang mendampingi proses penemuan jawaban oleh teman itu sendiri.











.jpeg)



















.jpg)




.png)

.jpg)




.jpg)















.png)











.jpeg)






















































