Berita

UPI Perkuat Sistem Penerimaan Mahasiswa Inklusif untuk Calon Mahasiswa Disabilitas
  • 2026-03-06 08:20:45

Bandung, 6 Maret 2026

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar audiensi bersama Kepala Divisi Rekrutmen Mahasiswa Baru (RMB), Prof. Ahmad Muzakir, di Gedung Direktorat Pendidikan, Senin (6/3/2026). Pertemuan yang diprakarsai oleh Divisi Difusi Inklusi, Direktorat Bimbingan Konseling, Difusi Inklusi, dan Pengembangan Karir ini bertujuan memastikan pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026 berjalan secara inklusif, khususnya bagi calon mahasiswa berkebutuhan khusus.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Ahmad Muzakir menegaskan bahwa UPI telah menyediakan sejumlah program studi yang terbuka bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, disertai layanan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing calon mahasiswa.

Dua Jalur Penerimaan bagi Mahasiswa Disabilitas

UPI membuka dua jalur penerimaan bagi mahasiswa disabilitas. Pertama, jalur reguler disabilitas, di mana mahasiswa hanya dikenakan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) tanpa tambahan Biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI). Kedua, jalur Talent Scouting yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa berprestasi hasil kerja sama UPI dengan berbagai instansi, antara lain Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS), serta lembaga seni dan desain. Melalui jalur ini, mahasiswa yang diterima memperoleh pembebasan biaya pendidikan secara penuh yang seluruhnya ditanggung oleh universitas.

Divisi Difusi Inklusi Dorong Integrasi Data dan Screening Awal

Pada kesempatan tersebut, Divisi Difusi Inklusi menyampaikan beberapa usulan strategis. Salah satunya adalah pentingnya integrasi data mahasiswa penyandang disabilitas yang cepat, mudah diakses, dan terverifikasi. Selain itu, divisi ini juga mendorong pelaksanaan screening awal bagi calon mahasiswa baru yang mencakup aspek kesehatan mental dan kondisi fisik.

Usulan ini dilatarbelakangi oleh karakteristik calon mahasiswa dari generasi Z yang dinilai memiliki kerentanan emosional lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga diperlukan mekanisme deteksi dini sebelum proses penerimaan resmi berlangsung.

Rencana Tindak Lanjut: Koordinasi Lintas Unit

Prof. Ahmad Muzakir menyambut baik seluruh usulan yang disampaikan dan menyatakan akan membawa hasil audiensi ini ke rapat internal Direktorat Pendidikan sebagai bagian dari persiapan SNBT 2026. Beberapa tindak lanjut yang direncanakan mencakup koordinasi dengan Poliklinik UPI, sinergi dengan Direktorat Bimbingan Konseling, Difusi Inklusi, dan Pengembangan Karir, serta koordinasi dengan Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI) terkait penambahan kuesioner screening awal pada laman pendaftaran SNBT.

Audiensi ini menghasilkan kesepahaman awal mengenai urgensi penguatan sistem penerimaan mahasiswa yang inklusif, terutama bagi calon mahasiswa disabilitas. Seluruh pihak sepakat bahwa sinergi antar unit merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan SNBT 2026 yang adil dan setara bagi semua calon mahasiswa.