Loading...
Sunday, 31 May 2020

Universitas Pendidikan Indonesia

UPT Bimbingan dan Konseling dan Pengembangan Karir

Memaknai Kegagalan

Berita Umum | 31 Maret 2020 03:55 wib
Kegagalan adalah hal yang pasti terjadi dalam kehidupan, terutama dalam perjalanan karir kita. Anehnya meskipun kita menyadari bahwa gagal itu pasti terjadi, kita tetap kesulitan berdamai dengan kegagalan yang datang dalam hidup. Saat gagal datang seringkali kita merasa sedih, terpuruk, tidak layak. Sebagian dari kita mungkin menyalahkan diri sendiri, ada juga yang menyalahkan orang lain atas kegagalan yang terjadi. “Gagal” selalu diasosiasikan dengan hal-hal negatif. Namun, coba kamu pikirkan kembali “apakah kegagalan hanya memiliki dampak negatif saja?”

Kegagalan adalah hal yang sangat WAJAR terjadi. Semua orang pasti memiliki jejak kegagalannya masing-masing. Karena kegagalan adalah hal yang pasti terjadi, penting bagi kita memiliki persepektif yang luas dalam memandang kegagalan. Supaya kita tidak jatuh karena kegagalan, tapi justru menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan. Kalau begitu bagaimana sebaiknya kita memandang dan menghadapi kegagalan? Yuk simak gagasan-gagasan berikut!

1. Gunakan kegagalanmu untuk menggapai keberhasilan.
Jika hal yang kamu lakukan mudah, tentu kamu tidak akan gagal bukan? Kegagalanmu saat ini mungkin terjadi karena kamu melakukan sesuatu yang sulit, sesuatu yang baru dan menantang. Luangkan waktu sejenak untuk bangga bahwa kamu telah berusaha mencoba hal baru diluar zona nyamanmu. Kalau kali ini kamu gagal berarti kamu telah belajar sesuatu dan berpotensi untuk melakukannya dengan benar di lain waktu. Gunakan kegagalanmu untuk menggapai keberhasilan di masa mendatang.

2. Bersedih, lalu lanjutkan.
Kegagalan mungkin membuatmu merasa sedih. Memang butuh waktu untuk memproses kegagalan yang terjadi. Tapi ingat, berdiam diri tidak akan membuatmu menjadi lebih baik. Justru dengan melanjutkan langkah kamu akan menyadari bahwa kamu mampu melalui kesedihan dan belajar dari kegagalanmu.

3. Jangan memikirkan kegagalan masa lalu.

Seringkali kita merasa terperangkap dengan kegagalan yang terjadi di masa lalu, kita keliru  berpikir bahwa kegagalan kita di masa lalu ‘mendefinisikan’ siapa diri kita, padahal hal ini justru merugikan kita. Saat memikirkan kegagalan di masa alu sebaiknya kita berfokus pada pembelajaran yang kita dapatkan dari kegagalan. Memikirkan kegagalan masa lalu diluar pembelajaran esensial yang kita dapatkan adalah pemborosan waktu. Itu bukan cara untuk menciptakan kesuksesan.  Jadi, alih-alih hanya memikirkan kegagalan yang telah berlalu kamu sebaiknya merancang perbaikan yang akan kamu lakukan serta internalisasikan pelajaran yang kamu dapat dari kegagalan itu.


4. Bersemangat untuk memulai lagi.

Penting untuk diingat bahwa kegagalan masa lalu tidak menentukan siapa dirimu, namun bagaimana kamu bereaksi terhadap kegagalan itu. Saat kamu menerima dan memaknai kegagalan yang terjadi tentu kamu akan mendapatkan pemahaman dan persepetif baru bukan? Itu berarti kamu dapat memulai lagi dengan pemahaman dan perspektif baru tentang apa yang kamu lakukan. Bersemangatlah untuk memulai lagi.


5. Hindari mengarahkan jari ke orang lain.

Jika kamu menyalahkan orang lain atas kegagalanmu, kamu tidak akan pernah bisa maju dan berhasil. Penting untuk mengambil pertanggungjawaban atas tindakanmu sehingga kamu dapat bergerak maju dan akhirnya mengetahui bahwa kamu telah melakukan hal yang benar. Lebih sulit untuk memulai langkah baru jika kamu menyimpan dendam lama atau menyalahkan orang lain atas kesalahanmu sendiri. Ketika melakukan kesalahan sebaiknya kamu berfokus pada dirimu, pada hal-hal yang dapat kamu perbaiki.


6. Saat gagal, Ingatlah bahwa kini kamu adalah orang yang berbeda
Perasaan gagal di masa lalu mungkin sulit diatasi.Tapi ingatlah bahwa setelah kegagalan yang  terjadi kamu  bukan lagi orang yang persis sama dengan dirimu sebelumnya. Hari ini, kamu telah belajar sejumlah pelajaran berharga. Kamu telah bertemu orang yang berbeda dan memiliki pengalaman yang berbeda. Kamu adalah orang yang berbeda berkat pengalaman yang kamu miliki. Berjanji untuk belajar dari masa lalu dan kamu akan melakukan yang lebih baik kali ini.

7. Berterimakasih pada kegagalan

Gagal berarti kamu sedang berproses, kamu sudah mengambil langkah berarti untuk mendekat pada hal-hal yang kamu impikan. Setelah kegagalan ini teruslah bergerak maju, berterimakasihlah pada kegagalan. Pertimbangkan bahwa tantangan dan kegagalan adalah cara alam semesta memanggilmu untuk tumbuh. Tanpa kegagalan dan tantangan, hidup akan sangat membosankan bukan?


8. Jangan melihat kesalahan sebagai penentu kehidupanmu.

Kita cenderung melihat kesalahan kita sebagai penentu kehidupan. Kadang kita salah berpikir bahwa gagal hari ini berarti kita tidak akan pernah berhasil. Padahal baik berhasil maupun gagal adalah perjalanan, keduanya pasti akan kita jumpai dalam hidup ini. 


Sadarilah bahwa sebagian besar kekacauan batin kita disebabkan oleh diri sendiri dan kita adalah satu-satunya yang mengalami dan perlu bertanggungjawab atas hal itu. Jika kamu ingin melepaskan kegagalan masa lalumu, kamu harus mengakui fakta bahwa kanu telah membuat kesalahan, kamu mendapat pelajaran berharga dan siap untuk awal yang baru.


Penulis: Sheila Rotsati Jasmine
Sumber :
1. https://www.success.com/11-tips-for-letting-go-of-past-failures-and-embracing-the-future/
2. https://www.lifehack.org/814095/how-to-deal-with-failure
Link
Dilihat 116 kali