Loading...
Saturday, 22 Feb 2020

Universitas Pendidikan Indonesia

UPT Bimbingan dan Konseling dan Pengembangan Karir

Kesalahan Fatal yang Dilakukan Mantan Mahasiswa setelah Wisuda

Berita Umum | 26 Januari 2020 19:03 wib
Wisuda adalah ahri bahagia bagi mahasiswa, tanda penyelesaian jenjang pendidikan tinggi telah usai. Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun bersama skripsi yang membuat isi kepala terpaksa harus dikeluarkan, akhirnya mantan mahasiswa ber euforia pada hari wisuda.

Namun, sebagai sarjana banyak yang melakukan kesalahan setelah dinyatakan lulus dari perguruan tinggi. Kesalahannya adalah mencari kerja!

Wah, kok mencari kerja adalah suatu hal yang salah? Yaps karena kerja merupakan salah satu tekanan. Setelah berlama-lama dengan skripsi yang penuh tekanan, mantan mahasiswa melanjutkan tekanan kembali dengan bekerja. Karena dalam bekerja kita hanya mengejar deadline yang ditentukan dari pekerjaan tersebut. Kita tidak benar-benar mencitai apa yang kita kerjakan, padahal mantan mahasiswa setelah melewati tekanan perlu melakukan hal yang menyenangkan yang mereka cintai, dan itulah mengapa bekerja merupakan pilihan yang kurang tepat. Berbeda dengan berkarya.

Berikut perbedaannya!


Mereka yang Bekerja Cenderung Spontan, Sementara Mereka yang Berkarya Membuat Catatan Lengkap Dengan Tujuan dan Deadline-nya

Mereka yang bekerja umumnya cenderung spontan dan bekerja berdasarkan arahan dan perintah yang dialami pada hari tersebut. Tak heran, mereka yang bekerja sering bingung apa yang akan dikerjakan esok hari. Berbeda halnya dengan mereka yang berkarya. Mereka cenderung membuat catatan di awal hari tentang apa yang akan mereka lakukan, lengkap dengan tujuan dan deadline-nya sehingga lebih terarah. Ternyata beda kan bekerja atau berkarya?

Bekerja atau Berkarya Mungkin Butuh Modal Kemampuan, namun Berkarya juga Butuh Hati

Walaupun bekerja atau berkarya bermodalkan kemampuan yang melebihi orang lain, tentu ada perbedaan di antara keduanya. Bekerja bisa hanya bermodalkan kemampuan. Walaupun kamu tidak senang dengan bidang itu, kamu masih tetap mampu untuk menjalaninya walaupun butuh waktu untuk menguasainya. Namun, bekerja membutuhkan hati ketika menjalaninya. Kamu tidak hanya sekadar punya kemampuan, tapi juga hati yang ikhlas untuk memahami dan menjalani setiap prosesnya. Itulah alasannya hasil karya sering dihargai lebih mahal daripada hasil kerja.

Bekerja Bisa Mengarah pada Rutinitas yang Membosankan, Sedangkan Berkarya Selalu Membawa Optimisme dan Antusiasme

Bekerja atau berkarya punya perbedaan lainnya. Bekerja bisa saja berubah menjadi sebuah rutinitas yang membuat kamu bosan dengan aktivitasnya. Tidak ada perubahan dari hari ke hari yang membuat kamu kadang bosan dan ingin ganti pekerjaan. Hal ini kebalikan dari berkarya. Karena selalu menjadi aktivitas yang mengundang kreativitas, berkarya selalu memberikan semangat baru setiap harinya. Buat kamu yang gonta-ganti pekerjaan, bisa jadi kamu bukan sedang berkarya, melainkan bekerja.

Tujuan Bekerja adalah Menyenangkan Bos atau Atasan, Tujuan Berkarya adalah Menyenangkan dan Memuaskan Diri Sendiri

Pernahkah kamu menyadari bahwa banyak orang, mungkin salah satunya kamu, bekerja hanya untuk menyenangkan bos atau atasan ketimbang menyenangkan diri sendiri? Itu artinya mereka sedang dalam fase bekerja. Jika kamu bekerja, kamu akan cenderung berpatokan pada cara-cara agar atasan atau bosmu senang dengan hasil yang kamu berikan. Ketika kamu berkarya, kamu mendahulukan kesenangan dan kepuasan dirimu sendiri terlebih dahulu.

So, kalian setelah wisuda, akan bekerja atau berkarya?


Penulis: Alifia Rizki F.

Sumber:

https://www.hipwee.com/opini/kesalahan-fatal-mantan-mahasiswa-setelah-wisuda-adalah-mencari-pekerjaan/





Link
Dilihat 79 kali